Lompat ke isi utama

Berita

Menggembleng Generasi Muda Sadar Demokrasi: SMK Negeri Moenadi Ungaran Gelar Study Visit ke Bawaslu Kabupaten Semarang

Foto bersama SMKN H.Moenadi bersama Jajaran Pimpinan serta Staf Bawaslu Kabupaten Semarang

Foto bersama SMKN H.Moenadi bersama Jajaran Pimpinan serta Staf Bawaslu Kabupaten Semarang

UNGARAN — Dalam langkah nyata meningkatkan kesadaran berpolitik, berdemokrasi, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam pengawasan kepemiluan, SMK Negeri Moenadi Ungaran menyelenggarakan kegiatan Study Visit yang bertempat di Aula Bawaslu Kabupaten Semarang pada Kamis, 1 Oktober 2026. Mengusung tema “Dari Suara Siswa Untuk Sekolah yang Lebih Baik”, kegiatan edukatif ini dirancang khusus untuk membekali para siswa dengan prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan transparansi yang tidak hanya berlaku dalam konteks pemilu nasional, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 144 siswa-siswi yang antusias, dengan mekanisme pelaksanaan yang terbagi menjadi dua sesi guna memastikan efektivitas proses pembelajaran:

  • Sesi Pagi (Pukul 09.00 WIB): Dihadiri oleh 75 peserta yang mengawali rangkaian pembelajaran interaktif dengan penuh semangat.
  • Sesi Siang (Pukul 13.30 WIB): Dihadiri oleh 69 peserta yang melanjutkan dinamika diskusi dan simulasi hingga sore hari.

Acara dibuka secara resmi dengan penyambutan hangat dari jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Semarang. Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif SMK Negeri Moenadi Ungaran yang secara aktif memfasilitasi siswanya untuk mengenal lembaga pengawas pemilu secara langsung. Pihak Bawaslu menekankan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi, dimulai dari keberanian menyuarakan aspirasi di lingkungan terdekat.

Untuk memberikan pemahaman yang konkrit dan menghindari metode ceramah yang monoton, konsep study visit ini dikemas secara interaktif berbasis stasiun belajar (station-based learning). Para siswa di tiap sesi dibagi ke dalam 3 kelompok kerja utama yang bertugas mengarungi dan menyelesaikan misi di 3 Pos Misi Simulasi:

  1. Pos Pengawasan:

    Pada pos ini, siswa dilatih untuk memahami esensi pengawasan partisipatif. Misi yang diberikan menuntut peserta untuk mengidentifikasi potensi kecurangan dan bentuk-bentuk pelanggaran sejak dini, baik dalam konteks Pemilihan Umum maupun pada dinamika kontestasi di sekolah, seperti Pemilihan Ketua OSIS.

  2. Pos Penyelesaian Sengketa:

    Di pos kedua, para peserta diajak mensimulasikan alur musyawarah dan mediasi. Misi di pos ini melatih kemampuan siswa dalam mencari solusi terbaik (win-win solution) saat menghadapi perselisihan atau perbedaan pendapat secara adil, obyektif, dan tanpa kekerasan.

  3. Pos Penanganan Pelanggaran:

    Pada pos ketiga, siswa mempelajari tata cara pelaporan, pengumpulan bukti, hingga alur klarifikasi penanganan aduan. Misi ini menekankan pentingnya bertindak tegas dan berani melaporkan setiap bentuk ketidakadilan berdasarkan fakta yang valid.

Melalui rotasi kelompok di setiap pos, para siswa tampak aktif berdiskusi, beradu gagasan, dan memecahkan setiap studi kasus yang disajikan oleh tim fasilitator Bawaslu. Kolaborasi ini tidak hanya mengasah pemahaman teknis kepemiluan, tetapi juga membina keberanian moral siswa untuk lebih kritis terhadap isu-isu di sekitar mereka.

Pihak sekolah berharap, pengalaman berharga dari Study Visit ini dapat diimplementasikan secara nyata di SMK Negeri Moenadi Ungaran. Dengan pahamnya siswa akan fungsi pengawasan dan keadilan, mereka diharapkan mampu membawa wawasan ini untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih terbuka, jujur, dan responsif terhadap suara serta aspirasi seluruh siswa.

Penulis: Farhan Aditya Perdana

Editor: Farhan Aditya Perdana

Dokumentasi: Munir