Lompat ke isi utama

Berita

Antusiasme Pemilih Pemula, Bawaslu Kabupaten Semarang Jaring Delapan Usulan Nama Organisasi Pengawas Partisipatif 2026

p2p

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto didampingi oleh Seluruh Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang beserta Kepala Sekretariat, Marjiono dan Jajaran berfoto bersama dengan Para Peserta pada Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang, di Aula Dharma Satya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Ungaran, Rabu, (22/07/2026)

Ungaran – Rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan Pengawasan Partisipatif (P2P) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang di Aula Dharma Satya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Rabu, 22 Juli 2026 memasuki puncaknya. Setelah melalui berbagai sesi penyampaian materi terkait pencegahan dan penanganan pelanggaran pemilu, para peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar dan anggota Pramuka diajak untuk membentuk sebuah wadah pergerakan pemuda. Sesi ini menjadi langkah konkret bagi para pemilih pemula untuk mengambil peran aktif dalam mengawal proses demokrasi di daerah mereka.

Sebelum memasuki sesi inti pembentukan organisasi, para peserta terlebih dahulu menyelesaikan tahapan evaluasi melalui pengisian post-test secara daring. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen nyata dan implementasi program pasca-kegiatan. Kedua agenda ini dipandu langsung oleh tim fasilitator guna memastikan pemahaman peserta terhadap materi pengawasan pemilu yang telah diulas pada sesi-sesi sebelumnya.

Memasuki penghujung acara, moderator membuka sesi diskusi interaktif untuk merumuskan nama organisasi pengawas pemilu partisipatif tersebut. Mengingat keterbatasan waktu menjelang sore hari, moderator memberikan batas waktu selama lima menit bagi para peserta untuk mempresentasikan ide-ide mereka. Diskusi ini juga turut dikoordinasikan melalui perwakilan peserta, Safina, agar komunikasi dan pemilihan nama dapat terus berlanjut melalui platform grup WhatsApp apabila kesepakatan final belum tercapai di dalam forum.

Antusiasme dan daya kritis peserta terlihat jelas dari ragam usulan yang bermunculan dengan cepat. Usulan pertama datang dari Sabi yang menawarkan nama "Gelora" (Gerakan Relawan Pengawas Suara Rakyat), meskipun moderator langsung memberikan catatan edukatif bahwa nama tersebut memiliki kesinggungan dengan salah satu entitas partai politik. Usulan kemudian berlanjut dengan ide "Sahabat" (Satuan Harapan Bersama untuk Awasi Tahapan Pemilu) dan "Sigma" (Sinergi Pengawasan Masyarakat) yang dikemukakan oleh Ria.

Kreativitas pemuda ini semakin tajam pada usulan-usulan berikutnya yang menonjolkan akronim bermakna filosofis. Seorang peserta bernama Angel menggagas nama "Garuda" (Gerakan Andhiasta Relawan untuk Demokrasi Adil), sebuah singkatan yang diapresiasi meski disarankan penyesuaian agar serapannya lebih lekat dengan identitas pengawas. Tak kalah menarik, peserta bernama Siti mengusulkan akronim yang sangat aplikatif dan mudah diingat, yakni "Peka" (Pemilu Kita Awasi Bersama).

Menjelang batas akhir waktu diskusi, tiga usulan tambahan kembali melengkapi daftar kandidat nama organisasi. Peserta bernama Danar merumuskan nama "Prima" (Pengawas Rakyat Integritas Menuju Amanah). Disusul kemudian dengan usulan puitis namun tegas, "Aruna" (Aksi Rukun untuk Netralitas dan Amanah), serta usulan penutup berupa "Laskar" (Layanan Aspirasi dan Komunitas Sadar Pengawasan) yang diajukan oleh perwakilan kelompok peserta lainnya.

Merespons delapan usulan brilian tersebut, pihak penyelenggara memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan partisipasi aktif para peserta. Untuk menentukan satu nama final yang akan digunakan secara resmi, fasilitator memutuskan akan mengadakan pemungutan suara (polling) melalui grup WhatsApp P2P. Langkah strategis ini diambil guna memberikan waktu bagi panitia untuk menyeleksi dan menyesuaikan singkatan agar gerakan independen ini dipastikan terbebas dari afiliasi entitas politik manapun.

Sesi perumusan RTL, post-test, dan penjaringan calon nama organisasi P2P tahun 2026 tersebut akhirnya ditutup secara resmi oleh moderator sebelum kendali acara dikembalikan kepada Pembawa Acara, Kak Maharani Aruna. Melalui inisiasi pembentukan wadah baru ini, diharapkan semangat kepanduan dan kesadaran literasi politik para pelajar di Kabupaten Semarang dapat terus bertumbuh, menjadikan mereka sebagai garda terdepan pengawas partisipatif yang cerdas dan berintegritas pada pemilu mendatang.

Penulis : Ravi Cahya