Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Semarang Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Ajak Pelajar Kawal Demokrasi

P2P

Bawaslu Kabupaten Semarang Menggelar Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang, di Aula Dharma Satya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Ungaran, Rabu, (22/07/2026)

UNGARAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para pemilih pemula agar memahami cara mengawasi jalannya pemilihan umum, sekaligus mendorong mereka untuk berkontribusi secara langsung bagi demokrasi yang disenggerakan di Aula Dharma Satya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Ungaran, Rabu, (22/07/2026)

Kegiatan dibuka secara interaktif oleh Staf Teknis pada Subbag Pengawasan Pemilu dan Humas sekaligus fasilitator acara, Nur Muhammad Nasyar (Kak Nasyar). Dalam pengantarnya, Kak Nasyar menekankan bahwa pemuda memiliki kekuatan untuk menentukan arah negara, apalagi mengingat jalannya negara sangat bergantung pada pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

"Pajak atau negara itu hidup dari uang semua... 80% Indonesia hidup itu dari pajak kalian. Jadi, nggak rela dong kalau kalian punya kuasa di sini masa punya pemimpin yang zholim," tegas Kak Nasyar memantik semangat peserta.

Nilai-nilai demokrasi tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi langsung dipraktikkan dalam penentuan ketua kelas pelatihan. Melalui pemungutan suara yang diukur dari suara tepuk tangan peserta paling meriah, forum sepakat menunjuk Safina dari SMA Negeri 1 Ungaran sebagai Ketua Kelas dan Yuda Satya Winanda dari SMK Haji Munadi sebagai Wakil Ketua.

Di bawah pimpinan ketua kelas yang baru terpilih, para peserta merumuskan dan menyepakati tiga tata tertib utama selama kegiatan berlangsung, yaitu: pertama, dilarang bermain telepon genggam (HP) selama materi berlangsung, kecuali diinstruksikan oleh fasilitator. Kedua, wajib hadir tepat waktu pasca-sesi istirahat, salat, dan makan (Isoma). Ketig para peserta dituntut untuk saling berinteraksi dan aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab.

Acara ini menghadirkan Seluruh Pimpinan Bawaslu Kabupaten Semarang, yakni Agus Riyanto (Ketua),Ummi Nu'amah (Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa), Fithriyah (Kordiv Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan), Muharom Al Rosyid (Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas) , Nurkus Budiyantomo (Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi) serta Marjiono Selaku Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Semarang, yang seluruhnya dijadwalkan mengisi pendalaman materi. Kegiatan ini juga menjadi keberlanjutan dari komitmen pengawasan Bawaslu setelah pelantikan anggota Saka Adhyasta Pemilu pada 12 Mei lalu oleh Ketua Kwarcab Semarang.

Lebih lanjut, di akhir sesi nanti, para delegasi pelajar yang masing-masing sekolah mengirimkan delapan perwakilan akan ditugaskan membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Mereka didorong untuk membentuk kelompok aktif yang akan menjadi mitra pengawasan Bawaslu, seperti inisiatif yang sudah berjalan sebelumnya yakni JANGKAR (Jaringan Pengawas Partisipatif Kabupaten Semarang) dan GASPUR (Gerakan Awasi Pemilu oleh Rakyat).

Sebelum memasuki materi inti, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan pengerjaan 30 soal pre-test berbasis Learning Management System (LMS) selama 15 menit yang dipandu oleh fasilitator Kak Umam. Melalui tes ini, peserta diajak melatih kejujuran dan mengukur pemahaman awal mereka terkait pengawasan pemilu.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, para peserta nantinya juga ditugaskan untuk menularkan semangat demokrasi mereka melalui pembuatan konten kreatif berupa video edukasi singkat yang memuat kesan dan pesan positif mengenai pengawasan pemilu. Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Semarang menaruh harapan besar agar generasi muda tidak sekadar bersikap apatis atau menjadi objek politik semata, melainkan tumbuh menjadi mitra strategis yang aktif, kritis, dan setia dalam mengawal kemurnian proses demokrasi pada ajang pemilihan yang akan datang.

Penulis : Ravi Cahya