Bawaslu Kabupaten Semarang Ikuti Evaluasi dan Proyeksi Indeks Kerawanan Pemilu
|
Ungaran - Dalam rangka memperkuat dan mempertajam kualitas Indeks Kerawanan Pemilu mendatang, Bawaslu Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi IKP Tahun 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Bawaslu Kabupaten Semarang selaku jajaran pengawas tingkat kabupaten menjadi salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut melalui daring. Kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Muharom Al Rosyid dan staf Noor M Nasyar.
Dalam evaluasi ini, DIrektur Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD), Moh Maskurudin Hafid menyampaikan bahwa metode kuantitatif yang ada dalam Indeks Kerawanan Pemilu memiliki titik lemah yang harus diperhatikan. "Pendekatan kuantitatif kurang menjelaskan kedalaman dan kompleksitas tahapan pemilu. Metode ini tidak dapat menjangkau seluruh data di lapangan, sehingga berpotensi terjadi penarikan kesimpulan yang keliru atau tidak mewakili kondisi sesungguhnya." buka Maskur.
Maskur juga menjelaskan bahwa pendekatan melalui Indeks Kerawanan Pemilu ini akan selalu menjadi perdebatan mengenai kebenaran yang valid. "Jika nantinya betul-betul terjadi kerawanan di suatu daerah berbasis IKP ini, maka nanti akan ada klaim bahwa pemetaan ini terbukti benar sebagai alat prediksi. Namun ketika pemetaan tersebut tidak terjadi, maka IKP akan tetap diklaim berhasil karena upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh masing-masing jajaran pengawas" jelas Maskur.
Maka dari itu, Maskur mencoba memberikan beberapa trik agar Indeks Kerawanan Pemilu yang dibangun untuk periode selanjutnya bisa lebih dipertajam. "Indikator elektoral yang terlalu luas dan generik perlu dipersempit agar lebih tajam dan terukur. Lalu indikator non elektoral, faktor internal dan eksternal yang kompleks perlu diperluas cakupannya agar Indeks Kerawanan Pemilu yang dihasilkan semakin komprehensif" pungkas Maskur.
Penulis : Noor M Nasyar