Bawaslu Kabupaten Semarang Ikuti Kursus Orientasi Singkat Gerakan Pramuka
|
Ungaran – Dalam rangka peningkatan pemahaman mengenai gerakan pramuka sebagai salah satu organisasi yang diproyeksi dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Semarang mengikuti kegiatan Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 ini diselenggarakan secara daring zoom dari masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
Dalam kegiatan ini, Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, Nur Kholiq menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan MoU antara Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah. “Di masa non tahapan atau biasa kita sebut dengan post electoral, Bawaslu harus tetap melakukan berbagai program sebagai bagian dari pengembangan pengawasan partisipatif. Maka Kursus Orientasi Singkat yang diselenggarakan hari ini adalah komitmen Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dalam mengimplementasikan program kegiatan dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah pasca pengukuhan Saka Adhyasta Pemilu tingkat provinsi beberapa waktu yang lalu” buka Nur Kholiq.
Lebih lanjut, Nur Kholiq juga mengharapkan partisipasi aktif dari semua peserta pada kegiatan Kursus Orientasi Singkat ini. “Semua Kabupaten/Kota dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan ini karena nantinya bapak ibu semua yang ada di Bawaslu Kabupaten/Kota akan menyelenggarakan kegiatan Saka Adhyasta yang dilanjutkan dengan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dari unsur kepramukaan” lanjutnya.
Nur Kholiq kemudian memberikan gambaran terkait program Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini. “Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 ini akan merangkul peserta yang berasal dari unsur pramuka. Masing-masing kabupaten/kota akan melahirkan 40 kader pengawas partisipatif dengan total keseluruhan se-Jawa Tengah mencapai 1.400 peserta” jelas Nur Kholiq
Terakhir, Nur Kholid mengharapkan kesuksesan Pendidikan Pengawas Partisipatif di tahun 2026 ini. “1.400 peserta yang nantinya akan menjadi kader pengawas partisipatif ini nantinya diharapkan menjadi agen perubahan dan pendidik di lingkungan mereka, sehingga semakin banyak masyarakat yang akan melek dan terlibat dalam pengawasan partisipatif maka kualitas demokrasi yang dihasilkanpun juga akan semakin baik” tutup Nur Kholiq
Penulis : Noor M Nasyar
Dokumentasi : M. Munir