Bawaslu Kabupaten Semarang Tutup P2P 2026, 40 Pelajar Siap Bergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu
|
UNGARAN, 22 Juli 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sukses menyelenggarakan acara penutupan Pendidikan Pengawas Partisipatif tahun 2026 di Aula Dharma Satya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang yang dirangkaikan dengan peresmian anggota Saka Adhyasta Pemilu. Mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", momentum ini diharapkan menjadi tonggak awal pelibatan generasi muda secara aktif dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penyematan badge Saka Adhyasta Pemilu secara simbolis kepada perwakilan peserta didik dari berbagai jenjang sekolah menengah di wilayah Ungaran. Penyematan badge tersebut menjadi simbol komitmen awal sekaligus ajakan bagi para peserta untuk bergabung dan melanjutkan proses pembinaan dalam Saka Adhyasta Pemilu. Badge disematkan secara simbolis kepada perwakilan peserta, yaitu Sabesta (SMA Negeri 1 Ungaran), Yudhistira (SMA Negeri 2 Ungaran), Faizar Jana (SMK Muhammadiyah Ungaran), Kanaya (SMK H. Moenadi Ungaran), dan Raka Adi (SMK NU Ungaran).
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan langkah strategis Bawaslu Kabupaten Semarang dalam menumbuhkan kesadaran dan partisipasi pemilih pemula, khususnya anggota Pramuka Penegak dan Pandega, terhadap pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu. Melalui kegiatan ini, sebanyak 40 pelajar diharapkan siap melanjutkan proses pembinaan dan bergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu sebagai wadah pengembangan kapasitas, karakter, serta kepeloporan generasi muda dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat menuju tahun 2029.
Dalam closing statement-nya, Ketua Bawaslu memberikan pesan yang sangat kuat bagi para peserta. "Generasi muda, khususnya adik-adik Pramuka yang kini secara resmi tergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu, bukan sekadar pemilih pemula, melainkan garda terdepan pengawasan partisipatif masyarakat. Semangat, pengetahuan, dan pengalaman yang kalian peroleh selama pendidikan ini adalah bekal yang sangat berharga. Kami berharap kalian berani bersuara, menolak praktik politik uang, dan mengambil peran nyata untuk memastikan Pemilu 2029 berjalan dengan jujur, adil, dan bermartabat," tegas Ketua Bawaslu.
Suasana penutupan acara berlangsung dengan sangat khidmat. Seluruh hadirin diminta untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu nasional "Bagimu Negeri" sebagai wujud komitmen jiwa raga dan pengabdian para pengawas pemilu kepada bangsa dan negara.
Di penghujung acara, mewakili panitia penyelenggara yang telah bekerja keras, disampaikan permohonan maaf dan apresiasi sebesar-besarnya atas partisipasi aktif seluruh hadirin. Kegiatan ini pun ditutup dengan meriah melalui sebuah pantun penyemangat yang disambut antusias oleh para peserta:
"Jalan-jalan ke kota Bandung, Jangan lupa membeli tahu. Saka Adhyasta siap mendukung, Pemilu jujur rakyat pun tahu."
Seluruh rangkaian ditutup dengan menggema-kan slogan kebanggaan pengawas pemilu, "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu!"
Penulis : Ravi Cahya