Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Nilai Media Sosial Menjadi Kunci Menjangkau Pemilih Pemula di Era Digital

Konsolidasi Demokrasi dengan KPU Kabupaten Semarang, Rabu 4 Maret 2026

Konsolidasi Demokrasi dengan KPU Kabupaten Semarang, Rabu 4 Maret 2026

Ungaran – Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam penyampaian pendidikan politik kepada generasi muda. Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Semarang bersama KPU Kabupaten Semarang pada Rabu, 4 Maret 2026 lalu.

Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Muharom Al Rosyid, menyampaikan bahwa pemilih pemula saat ini merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital dan media sosial. Oleh sebab itu, pendekatan yang digunakan untuk menjangkau mereka harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan karakteristik generasi muda.

"Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah menjadi ruang komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi. Konten yang kreatif, singkat, dan mudah dipahami dinilai lebih mampu menarik perhatian dibandingkan metode sosialisasi yang bersifat satu arah" jelas Muharom.

Dalam diskusi tersebut, Muharom juga membahas pentingnya menghadirkan konten edukasi berupa video pendek, infografis, maupun materi interaktif yang membahas hak pilih, proses pemilu, serta peran penting generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Penyampaian informasi yang menarik diyakini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk memahami isu-isu kepemiluan.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Semarang, Agus Setiyoko, juga menambahkan bahwa media sosial juga dapat menjadi sarana untuk melawan penyebaran informasi yang menyesatkan. Kehadiran akun resmi penyelenggara pemilu harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

Selain itu, penggunaan figur publik maupun influencer lokal dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pesan demokrasi. Tokoh-tokoh muda yang dekat dengan kehidupan generasi muda memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh kalangan sebaya.

Melalui pemanfaatan media sosial yang tepat, penyelenggara pemilu berharap dapat membangun budaya politik yang sehat di kalangan generasi muda. Dengan semakin banyak pemilih pemula yang memahami pentingnya demokrasi, kualitas partisipasi masyarakat dalam pemilu juga diharapkan meningkat secara signifikan.

Penulis : Noor M Nasyar