Dorong Peran Aktif Perempuan, Ummi : Perbanyak Literasi Demokrasi dan Penguatan Jaringan Lokal
|
Ungaran - Mengenalkan dan memberikan informasi pengawasan partisipatif kepada berbagai pihak memerlukan berbagai produk dan literasi demokrasi yang komprehensif. Tidak hanya berfokus pada laki-laki, namun literasi demokrasi dan pendidikan politik juga menjadi kebutuhan bagi perempuan.
Kondisi ini membuat Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu'amah bergerak untuk memberikan pendidikan politik kepada Kelompok Perempuan Muslimat NU Ranting Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu 18 Februari 2026, Ummi memberikan penguatan-penguatan terhadap potensi besar perempuan untuk ikut dalam merawat demokrasi khususnya di Kabupaten Semarang. "Semua gender pada dasarnya adalah sama. Maka sebagai orang yang dilahirkan sebagai kaum perempuan, jangan pernah berfikiran bahwa pendidikan politik pemilu hanya untuk satu kaum saja. Perempuan pun bisa beraktualisasi dalam rangka merawat demorkasi di Kabupaten Semarang" buka Ummi.
Lebih lanjut Ummi menekankan bahwa dalam ada poin krusial untuk merawat demokrasi saat ini. "Saat ini di masa post electoral, ada hal-hal yang dapat dipelajari khususnya oleh perempuan dalam rangka meningkatkan kapasitas diri untuk ikut menjadi pengawas partisipatif. Setidaknya menjaga diri sendiri dan keluarga terdekat dengan berbagai informasi yang dimiliki" jelas Ummi.
Namun, Ummi menyebut tidak mudah untuk meningkatkan pemahaman mengenai demokrasi dan pengawasan partisipatif ini. "Tidak mudah memang untuk mempelajari bagaimana cara kita untuk ikut mengenali pemilu serta bagaimana kita berpartisipasi didalam tahapan tersebut" lanjut Ummi.
Ummi menekankan salah satu cara bagaimana agar perempuan dapat berkontribusi aktif dalam memberikan pendidikan politik di masyarakat. "Salah satu cara efektif khususnya bagi kita para perempuan dalam rangka meningkatkan pendidikan politik dan pemilu di masyarakat yaitu dengan memperbanyak literasi bacaan dan informasi mengenai demokrasi. Selain itu, kita juga dapat membuat semacam forum warga, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan yang berbasis komunitas" jelas Ummi.
Ummi berpandangan dengan tumbuhnya pendidikan politik dan memperbanyak literasi demokrasi di masyarakat akan membuat dinamika masyarakat dalam partisipasi pemilu semakin baik. "Adanya pendidikan politik pemilu ini tentunya akan mengurangi potensi kerentanan terhadap politik uang dan disinformasi" pungkas Ummi.
Penulis : Noor M Nasyar