Lompat ke isi utama

Berita

Fokus Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran Pemilu: Bawaslu Kabupaten Semarang Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama DPC PKB

Konde

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto didampingi Seluruh Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang dan Jajaran Sekretariat Menggelar Kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Demokrasi dengan DPC PKB Kabupaten Semarang, di Ungaran, Rabu (12/08/2026)

Ungaran - Sebuah langkah strategis dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang dengan melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Demokrasi bersama DPC PKB Kabupaten Semarang pada Rabu, 12 Agustus 2026. Rombongan Bawaslu yang menyambangi Kantor DPC PKB Kabupaten Semarang di Tuntang tersebut terdiri dari Ketua Bawaslu Agus Riyanto, Kordiv HPS Ummi Nu'amah, Kordiv SDMO dan Diklat Fithriyah, Kordiv P2H Muharom Al Rosyid, Kordiv PP dan Datin Nurkus Budiyantomo, Kasubbag P3SP2H Virendra Eka Novianto, dan 3 staf teknis. Kunjungan ini secara khusus menitikberatkan pada strategi pencegahan pelanggaran pemilu secara dini.

Di tengah masa non-tahapan saat ini, Bawaslu Kabupaten Semarang terus mematangkan kesiapannya secara kelembagaan. Meski memiliki kewenangan penuh dalam aspek penindakan, Bawaslu mengambil kebijakan untuk menjadikan pencegahan sebagai prioritas utama. Strategi pencegahan ini dieksekusi melalui program sosialisasi masif dan konsolidasi demokrasi yang menyasar ke berbagai pemangku kepentingan, tidak hanya kepada partai politik tetapi juga kepada elemen masyarakat luas.

Dalam pemaparannya di hadapan jajaran PKB, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, menegaskan komitmen Bawaslu tersebut. "Tentu dukungan semua pihak, khusus dari Bawaslu sangat kita butuhkan. Masukan yang sangat kita harapkan. Bawaslu sekarang ini siap menangani pelanggaran, tapi juga mengedepankan pencegahan dengan sosialisasi yang masif. Sosialisasi ke semua pihak, ke masyarakat, ke publik dengan menggandeng banyak sekali elemen yang kita ajak bareng-bareng," papar Agus.

Agus Riyanto juga menambahkan bahwa era saat ini adalah era kolaborasi, di mana Bawaslu telah menggandeng dunia kampus, organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, hingga gerakan Pramuka demi merawat proses demokrasi. Bawaslu berharap seluruh partai politik di Kabupaten Semarang dapat berperan aktif  sebagai elemen inti perpolitikan turut mengambil bagian dalam kampanye pencegahan ini. Dengan saling bertukar informasi secara berkala, potensi pelanggaran administrasi maupun sengketa sejak tahapan pendaftaran dapat dicegah dan diminimalisasi sedini mungkin.

Pihak DPC PKB Kabupaten Semarang, melalui perwakilannya Sekretaris Partai Hanif Azka, menyambut baik langkah Bawaslu yang mengedepankan dialog dan sosialisasi. Sebagai tindak lanjut, DPC PKB menyatakan bahwa mereka juga tengah melakukan agenda konsolidasi internal dan ta'aruf hingga tingkat kepengurusan DPAC di kecamatan. PKB meyakini bahwa komunikasi intensif dengan Bawaslu akan menekan angka miskomunikasi di lapangan.

Kesimpulannya, paradigma Bawaslu yang memprioritaskan pencegahan dibanding penindakan semata patut diapresiasi sebagai terobosan positif. Melalui kolaborasi dan sosialisasi masif yang menggandeng seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Semarang dan masyarakat sipil, Bawaslu Kabupaten Semarang tengah meletakkan fondasi kuat demi terciptanya kontestasi pemilu yang bersih, jujur, dan adil pada gelaran demokrasi mendatang.

 

Penulis : Ravi Cahya Kurniawan