Jelang P2P 2026, Bawaslu Kabupaten Semarang Tinjau Ruang Rapat Dharma Satya Setda
|
UNGARAN — Guna memastikan kelancaran dan kesuksesan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang mulai melakukan langkah-langkah persiapan teknis yang matang. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan melaksanakan koordinasi tatap muka sekaligus pengecekan langsung ke lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pendalaman materi, yakni di Ruang Rapat Dharma Satya, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang, pada Kamis (9/7/2026).
Kunjungan peninjauan sarana dan prasarana ini dilakukan secara langsung oleh jajaran staf teknis Bawaslu Kabupaten Semarang. Rombongan yang turun ke lapangan terdiri dari Staf Teknis Sub Bagian Pengawasan Pemilu dan Hukum, Noor Muhammad Nasyar dan Khoirul Umam, serta Staf Sub Bagian P3SP2H, Ravi Cahya Kurniawan. Kehadiran tim teknis Bawaslu ini disambut baik oleh Reza Pratama selaku Pengelola Ruang Rapat Dharma Satya Setda Kabupaten Semarang.
Fokus utama dari kegiatan koordinasi lapangan ini adalah memetakan kesiapan ruang rapat menjelang hari pelaksanaan P2P yang dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026 mendatang. Proses pengecekan dilakukan secara komprehensif, mulai dari daya tampung dan penataan letak kursi untuk kenyamanan peserta, ketersediaan daya kelistrikan, hingga pengecekan fungsi perangkat audio visual seperti microphone dan proyektor.
Sinergi antara staf dari bagian pengawasan dan P3SP2H dalam peninjauan ini bertujuan untuk melakukan mitigasi risiko teknis sejak dini. Kesiapan operasional dan administratif ruangan dipastikan sedetail mungkin agar proses transfer pengetahuan terkait regulasi dan pengawasan pemilu kepada masyarakat tidak mengalami kendala.
Dalam pertemuan tersebut, Reza Pratama selaku pihak pengelola ruangan turut mendampingi pengecekan serta memberikan penjelasan mengenai fasilitas yang tersedia. Ia juga menyatakan kesiapan penuh pihak Setda Kabupaten Semarang untuk memfasilitasi kebutuhan Bawaslu guna mendukung kelancaran kegiatan edukasi publik tersebut.
Melalui koordinasi awal dan pengecekan lokasi yang terukur ini, Bawaslu Kabupaten Semarang menaruh harapan besar agar agenda pendalaman materi tatap muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 nantinya dapat berjalan kondusif, nyaman, dan efektif. Persiapan yang matang ini menjadi langkah awal yang solid dalam upaya mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang kritis dan siap mengawal integritas proses demokrasi di wilayah Kabupaten Semarang.
Penulis : Ravi Cahya Kurniawan