Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Jadi Kunci, Bawaslu Kabupaten Semarang Ajak Stakeholder Awasi PDPB

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Semarang, Muharom Al Rosyid, menyampaikan ajakan kepada seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif mengawasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan II Tahun 2026, Rabu (1/7/2026).

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Semarang, Muharom Al Rosyid, menyampaikan ajakan kepada seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif mengawasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan II Tahun 2026, Rabu (1/7/2026).

UNGARAN – Bawaslu Kabupaten Semarang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) agar menghasilkan daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkualitas. Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Semarang pada Rabu (1/7/2026).

Rapat pleno dihadiri oleh berbagai instansi, di antaranya Polres Semarang, Kodim 0714/Salatiga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang, Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dispermasdes Kabupaten Semarang, Lapas Kelas IIA Ambarawa, Forum Sekretariat Daerah, serta partai politik se-Kabupaten Semarang.

Dalam penyampaian catatan hasil pengawasan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Semarang, Muharom Al Rosyid, menegaskan bahwa pengawasan pemutakhiran data pemilih merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Bawaslu Kabupaten Semarang telah mengoptimalkan berbagai upaya pencegahan melalui konsolidasi demokrasi, sosialisasi pengawasan partisipatif, Posko Aduan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, hingga pelibatan komunitas pengawas partisipatif seperti GASLOER (Gerakan Awasi Pemilu Oleh Rakyat), Perisai Demokrasi Bangsa, Laskar Jaga Hak Pilih, dan JANGKAR (Jaringan Pengawas Demokrasi).

"Kami mengajak seluruh instansi yang hadir, partai politik, serta masyarakat Kabupaten Semarang untuk bersama-sama mengawal proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan," ujar Muharom.

Ia menambahkan, partisipasi aktif seluruh pihak akan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas daftar pemilih. Menurutnya, semakin banyak informasi yang diterima dari masyarakat dan pemangku kepentingan, maka semakin baik pula kualitas data pemilih yang dihasilkan.

"Bawaslu meyakini kualitas daftar pemilih akan semakin baik apabila seluruh elemen masyarakat ikut memberikan informasi, mengawasi, dan melaporkan perubahan data pemilih yang terjadi di lingkungan masing-masing. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya," tambahnya.

Melalui sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, aparat keamanan, partai politik, lembaga terkait, dan masyarakat, Bawaslu Kabupaten Semarang berharap pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dapat terus ditingkatkan sehingga menghasilkan daftar pemilih yang valid, akurat, mutakhir, dan mampu menjamin terpenuhinya hak konstitusional setiap warga negara.

Humas Bawaslu Kabupaten Semarang