P2P Jadi Prioritas Nasional, Nur Kholiq Tekankan Penguatan Kader Pramuka dalam Ngabuburit Pengawasan 2026
|
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menggelar Sosialisasi Ngabuburit Pengawasan secara daring melalui Zoom, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Nur Kholiq.
Bawaslu Kabupaten Semarang turut mengikuti kegiatan tersebut, dihadiri oleh Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Muharom Al Rosyid serta Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Widya Astuti.
Dalam paparannya, Nur Kholiq menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) menjadi salah satu program prioritas nasional tahun 2026. Target nasional P2P meningkat signifikan menjadi 19.320 kader, naik dari 16.650 kader pada 2025.
“Tahun 2026 kita fokus memperkuat kaderisasi pengawas partisipatif, terutama melalui Saka Adhyasta Pramuka. Jawa Tengah menargetkan sekitar 40 peserta per kabupaten/kota,” tegas Nur Kholiq.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan P2P 2026 akan difokuskan pada rekrutmen anggota Pramuka melalui Saka Adhyasta Pemilu, sementara mahasiswa diarahkan melalui skema magang berbasis P2P.
Program ini akan dilaksanakan secara luring di masing-masing kantor kabupaten/kota dan dapat dilakukan secara bertahap (per-batch) apabila kapasitas ruangan tidak mencukupi. Dukungan anggaran mencakup transport dan konsumsi peserta tanpa honorarium narasumber.
Selain P2P, agenda prioritas nasional lainnya adalah Pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta penguatan sistem digital Siwaslu.
Melalui momentum Ngabuburit Pengawasan, P2P diharapkan tidak hanya menjadi program administratif, melainkan gerakan konsolidasi kader pengawas untuk memperkuat demokrasi yang berintegritas di Jawa Tengah.
Humas Bawaslu Kabupaten Semarang