Penguatan Kepemiluan Kelompok Disabilitas, Ratna : Banyak Perbedaan Data Disabilitas
|
Ungaran - Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang, Ch. Ratna Windaryanti menyebutkan ada banyak sekali dinamika yang terjadi bagi kaum disabilitas di gelaran Pemilu dan Pemilihan lalu. Hal ini ia sampaikan saat mengikuti Rapat Penguatan Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas dan Kelompok Rentan Lain dengan Tema "Optimalisasi Peran Pengawasan Partisipatif Kelompok Disabilitas di Masa Non Tahapan Dalam Mencitapkan Pemilu yang Berintegritas" pada Rabu 20 Mei 2026 di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang.
Ratna menyebutkan bahwa ada banyak perbedaan data disabilitas yang dimiliki dari masing-masing lembaga. "Data pemilih yang disabilitas yang kami dapatkan dengan yang dimiliki oleh lembaga dan organisasi lain di Kabupaten Semarang sangatlah berbeda. Hal itu sempat saya pertanyakan asal muasal data pemilih disabilitas tersebut. Namun memang masing-masing lembaga sepertinya punya standarisasi yang berbeda terkait penyikapan pemilih disabilitas tersebut" buka Ratna.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat pemilu dan pemilihan lalu, ada beberapa aspek yang masih kurang dalam mendukung terciptanya pelayanan ramah kepada kaum disabilitas. "Seperti contohnya penempatan Tempat Pemungutan Suara yang lokasinya berundak-undak sehingga menyebabkan kami kesulitan untuk masuk kedalam Tempat Pemungutan Suara. Selain itu juga bagi kaum dwarfisme atau mini people, tinggi bilik suara juga menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka sehingga ini paling tidak nantinya bisa menjadi aspirasi yang baik kepada KPU Kabupaten Semarang" ucap Ratna
Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang yang juga sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Muharom Al Rosyid memberi apresiasi atas apa yang disampaikan oleh Ketua PPDI Kabupaten Semarang. "Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas apa yang telah disampaikan oleh Ibu Ratna selaku Ketua PPDI Kabupaten Semarang. Tentunya ini menjadi salah satu bentuk saran dan masukan kepada KPU Kabupaten Semarang agar nantinya kita bisa menciptakan pemilu yang insklusif serta ramah disabilitas" jelas Muharom.
Kegiatan Rapat Penguatan Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas dan Kelompok Rentan Lain ini menjadi jembatan kolaborasi apik dalam menguatkan pemahaman kepemiluan bagi kelompok disabilitas di masa non tahapan. Harapannya tentu kelompok disabilitas bisa mengisi ruang kontribusi melalui pengawasan partisipatif pemilu agar mendukung terciptanya pemilu yang inklusif dan berintegritas khususnya di Kabupaten Semarang.
Penulis : Noor M Nasyar
Dokumentasi : M. Munir