Rapat Evaluasi SDM Dikemas Interaktif, Bawaslu Kabupaten Semarang Uji Kekompakan Staf
|
UNGARAN - Pelaksanaan Rapat Manajemen SDM Pengawas dan Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Semarang pada Rabu, 2 September 2026 di Aula Kantor Bawaslu, berhasil keluar dari pakem rutinitas rapat formal yang monoton. Di ujung rangkaian agenda evaluasi, forum rapat tersebut ditutup manis dengan sebuah sesi permainan interaktif edukatif yang menyegarkan suasana staf.
Rapat internal tersebut dibuka sejak awal oleh Kepala Sekretariat Marjiono, dipandu oleh staf SDM Rohani Pungkasari, dan disaksikan langsung oleh para pimpinan. Peserta yang hadir meliputi Ketua Agus Riyanto, Anggota Ummi Nu'amah, Muharom Al Rosyid, Nurkus Budiyantomo, Fithriyah, hingga jajaran Kasubbag Virendra Eka Novianto, Widya Astuti, dan Sri Widodo beserta jajaran staf.
Setelah merampungkan materi berbobot dari Kasubbag Administrasi dan mencerna refleksi pengalaman mahasiswa magang Fathurrahman, kendali forum diambil alih oleh Kordiv SDMO dan Diklat, Fithriyah. Usai memaparkan arahan terkait evaluasi kerja kesekretariatan, Fithriyah menginisiasi sebuah simulasi untuk menguji kadar kekompakan seluruh sumber daya manusia.
Kordiv bidang SDM ini memandu sebuah simulasi yang populer disebut sebagai Story Building atau merajut jalinan cerita bersambung. Aturan mainnya cukup sederhana, di mana setiap staf diinstruksikan untuk menyumbangkan satu kalimat secara bergantian dengan staf lainnya hingga terangkai menjadi sebuah tulisan naratif yang utuh.
Guna memandu kreativitas staf, Fithriyah menetapkan satu tema pemantik yang menggelitik, yakni "Surat Undangan Salah Kirim". Para peserta rapat diberi tenggat waktu selama lima menit untuk mengeksekusi ide kalimat mereka secara tertulis, dengan prasyarat absolut tidak boleh bertele-tele dan wajib dipungkasi dengan tanda baca titik.
Suasana hening di aula seketika pecah menjadi riuh rendah gelak tawa kala jalinan tulisan para staf dibacakan dengan nyaring. Banyak potongan kalimat yang sama sekali tidak berkesinambungan dan melenceng drastis dari tema "Surat Undangan Salah Kirim", yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa koordinasi antarlini yang tidak berjalan selaras berpotensi memicu terjadinya miskomunikasi.
Melalui wahana permainan edukatif yang ringan ini, diharapkan seluruh pegawai Bawaslu Kabupaten Semarang secara sadar mengevaluasi pentingnya sinkronisasi komunikasi dalam menyelesaikan setiap beban kerja kelembagaan. Sebagai tindak lanjutnya, nilai-nilai kekompakan kolektif ini wajib diaplikasikan ke dalam wujud kolaborasi administratif sehari-hari, agar potensi salah koordinasi internal dapat dihilangkan sepenuhnya menjelang hari pemungutan suara.
Penulis : Ravi Cahya Kurniawan