Sadar Awasi Melalui Komunitas, Ummi : Perempuan Punya Andil Besar dalam Merawat dan Menciptakan Pemimpin
|
Ungaran - Perempuan, mendengar kalimat ini tentu terlintas bagaimana hiruk pikuknya pekerjaan rumah tangga yang mendera. Bagaimana menjalankan peran-peran ganda baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai ibu pekerja. Namun ternyata, dibalik kesibukan tersebut, ternyata perempuan bisa berdayaguna dalam berbagai hal lainnya. Termasuk dalam memberikan kontribusi dalam setiap langkah pemilu dan pemilihan.
Hal inilah yang coba di infiltrasi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu'amah dalam kegiatan konsolidasi demokrasi bersama dengan kelompok perempuan Muslimat NU Ranting Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Desa Kebumen ini, anggota yang juga menjadi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa ini menyatakan bahwa perempuan mempunyai daya dan guna dalam setiap pemilu dan pemilihan yang dijalankan. "Perempuan tidak hanya mempunyai peran di rumah saja sebagai ibu rumah tangga, perempuan juga tidak hanya punya peran sebagai ibu pekerja, namun jauh diluar konteks tersebut, ada hal-hal kuat lainnya yang bisa dibangun untuk memajukan kesejahteraan masyarakat khususnya perempuan. Jalan tersebut melalui kontribusi aktif pengawasan pemilu dan pemilihan untuk menciptakan hasil yang dibutuhkan oleh semua pihak termasuk perempuan" jelas Ummi.
Lebih jauh, Ummi menyebutkan bahwa perempuan bisa mempunyai peran baik sebagai pemilih maupun yang dipililh. "Perempuan tidak hanya diminta untuk memberikan hak suaranya, namun perempuan juga dapat menciptakan pemimpin daerah dan pemimpin publik" ungkap Ummi.
Ummi melihat melalui kepemimpinan perempuan, perspektif kebijakan dan gaya memimpin akan semakin bervariasi. "Perempuan sebagai calon dan pejabat publik selalu membawa perspektif kebijakan yang lebih inklusif dan kolaboratif. Lebih dari itu, perempuan juga memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda sehingga terkadang menjadi salah satu semangat berbeda dalam rangka peningkatan layanan kualitas publik" jelas Ummi
Ummi juga tidak menampik peran krusial pemimpin publik dari sisi perempuan juga berpengaruh pada sektor lainnya. "Keterwakilan perempuan juga memiliki potensi untuk memperbaiki respon kebijakan terhadap berbagai isu seperti isu keluarga, kesehatan dan pendidikan" lanjut Ummi.
Ummi tentu berharap perempuan memiliki daya juang yang tangguh dan kuat karena peran pentingnya dalam demokrasi di Kabupaten Semarang. "Dari semua itu, bisa kita tarik benang merahnya bahwa perempuan memiliki daya dan guna dalam merawat demokrasi. Merawat demokrasi yang bisa diciptakan oleh perempuan adalah dengan melalui keterwakilan perempuan di berbagai sektor termasuk penyelenggara pemilu. Maka apabila ruang terhadap peran perempuan tersebut bisa dimaksimalkan dengan baik, maka demokrasi yang tercipta akan seimbang dan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan" tutup Ummi
Penulis : Noor M Nasyar