Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Bawaslu Kabupaten Semarang dan UNW: Matangkan Artikel Ilmiah dan Administrasi Kompetisi Debat Pemilu 2026

Anggota

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Semarang Saat memberikan arahan terkait Tema Penulisan Artikel Ilmiah pada Mosi Pemisahan Fungsi Pengawasan Dan Fungsi Memutus Sengketa Dalam Struktur Kelembagaan Bawaslu dihadapan Dosen UNW dan Mahasiswi UNW yang akan mengikuti “Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026” selanjutnya disingkat dengan Kompetisi Debat PHP VI, dengan tema “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu" di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Rabu, (08/07/2026)

UNGARAN – Kolaborasi akademisi dan praktisi kepemiluan terjalin apik saat Bawaslu Kabupaten Semarang memberikan pendampingan intensif kepada delegasi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) pada Rabu (8/7/2026) bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang. Pendampingan ini merupakan upaya memenangkan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI yang menargetkan peserta mahasiswa Strata 1 (S1) dari berbagai fakultas di Indonesia.

Para komisioner Bawaslu secara bergantian memberikan arahan holistik, mulai dari pembentukan argumen hingga teknis pendaftaran yang harus dilakukan pada periode 15 hingga 24 Juli 2026.

UNW
Dosen UNW dan Mahasiswi Prodi S1 Ilmu Hukum yang melaksanakan kegiatan Kunjungan Ke Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang dalam rangka meminta Pembekalan Untuk Mengikuti “Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026” selanjutnya disingkat dengan Kompetisi Debat PHP VI, dengan tema “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu" di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Rabu, (08/07/2026)

Ummi Nu'amah, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, menyoroti aspek fundamental penulisan artikel argumentatif. "Ketika kita mau membuat artikel, entah sepakat atau tidak sepakat terhadap tema pemisahan fungsi, kita harus punya argumentasi yang kuat yang didukung data-data survei dari lembaga independen atau perguruan tinggi terkait tingkat kepercayaan terhadap Bawaslu," pesannya.

Melengkapi arahan tersebut, Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Nurkus Budiyantomo, menegaskan pintu Bawaslu selalu terbuka untuk diskusi lanjutan. "Saya kira kita sudah ada kerangka dan gambarannya. Nanti silakan saja kita terus kontak kalau mahasiswa dari Ngudi Waluyo masih membutuhkan tambahan data-data di lapangan," tutur Nurkus.

Dari sisi mentalitas dan sumber daya tim, Kordiv SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, Fithriyah, menekankan bahwa kemampuan komunikasi menjadi kunci di samping penguasaan materi. "Debat kalau mau ditulis kita bisa, tapi saat didebatkan secara luring kita harus langsung berpikir merespons. Oleh karena itu, mental, kerja sama anggota regu, dan pendalaman kerangka berpikir sejak awal mutlak disiapkan," kata Fithriyah.

Urgensi kepatuhan aturan turut disampaikan oleh Virendra Eka Novianto selaku Kasubbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum. "Sambil ada yang menyiapkan artikel dan kerangka besarnya, tim juga harus berbagi tugas menyiapkan kelengkapan administrasi agar proses unggah karya dan pendaftaran dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis," imbau Virendra.

Dosen
Dosen Hukum Tata Negara UNW, Dwi Wisnu Kurniawan, menyatakan kesiapan timnya untuk mengimplementasikan saran-saran Bawaslu pada kegiatan Pembekalan dari Bawaslu Kabupaten Semarang kepada Mahasiswi UNW Untuk mengikuti “Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026” selanjutnya disingkat dengan Kompetisi Debat PHP VI, dengan tema “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu" di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Rabu, (08/07/2026)

Menutup sesi audiensi, Dosen Hukum Tata Negara UNW, Dwi Wisnu Kurniawan, menyatakan kesiapan timnya untuk mengimplementasikan saran-saran Bawaslu. "Materi pemisahan divisi dan objektivitas ini memang sangat kompleks. Kami sangat berterima kasih atas dukungan referensi dan arahan praktis Bawaslu. Kami berkomitmen menyusun artikel tanpa asal memasukkan opini, melainkan bersandar pada data empiris pengawasan dan penanganan pelanggaran," ucap Fikri.

Sinergi positif antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pengawas pemilu ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas. Pemikiran dan gagasan brilian yang nantinya dituangkan oleh para mahasiswa UNW sepanjang kompetisi ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih nyata serta rekomendasi autentik bagi arah kebijakan penguatan Bawaslu di masa depan. Kini, tim delegasi UNW berfokus penuh merampungkan seluruh prasyarat pendaftaran dan bersiap membuktikan ketajaman analisis hukum mereka di kancah nasional. 

Penulis : Ravi Cahya K.