Tingkatkan Kualitas Demokrasi, Keterlibatan Masyarakat Sipil Jadi Kunci Pengawasan Pemilu
|
Ungaran - Bawaslu Kabupaten Semarang secara aktif mendorong keterlibatan elemen masyarakat sipil melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif. Bertempat di Aula Dharma Satya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Jalan Diponegoro Nomor 14 Ungaran, kegiatan ini resmi dibuka pada hari Rabu, 22 Juli 2026, dengan tema besar "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".
Berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan membaur dalam forum ini. Acara dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, perwakilan Ketua Kwarcab Pramuka M. Taufiqurrahman dan Sunardi, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanti, serta Kasek Bawaslu Jateng Yessi Yunius. Dari tingkat kabupaten hadir Ketua Bawaslu Agus Riyanto beserta anggotanya (Ummi Nu'amah, Fithriyah, Nurkus Budiyantomo, Muharom Al Rosyid), Kasek Marjiono dan staf, serta para pelajar perwakilan 5 SMA/SMK di Ungaran.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Diana Ariyanti, membuka kegiatan ini dengan menjabarkan tujuan mendasar dari pengawasan partisipatif. Ia menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat adalah syarat mutlak terciptanya pemilu berkualitas. "Dalam perjalanan apa namanya elektoral kita, Bawaslu tentu saja tidak bisa bekerja sendirian. Jadi bagaimana mendorong partisipasi seluruh banyak pihak, termasuk pramuka ini, untuk bisa berkontribusi positif di dalam pemilu atau elektoral kita ke depan," ucap Diana.
Di pihak perwakilan masyarakat sipil, Gerakan Pramuka merespons positif ajakan Bawaslu ini. Sambutan Ketua Kwarcab yang diwakili M. Taufiqurrahman mengafirmasi bahwa, "Maka dari itu, kami menyadari bahwa dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak untuk dapat terus mengawasi Pemilu secara partisipatif agar menciptakan demokrasi yang kita harapkan bersama."
Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono yang bertindak sebagai keynote speaker, memaparkan secara teknis bagaimana pelibatan ini berjalan melalui Saka Adhyasta. "Nah, nanti panjenengan karena Saka Adhyasta, nanti didiskusi bersama, dididik bersama untuk apa? Dalam krida pengawasan. Diajari teknik pengawasan. Lalu nanti ada krida pencegahan Lalu yang terakhir ada krida penegakan," papar Totok merinci kurikulum pendidikan ini.
Inisiatif peningkatan keterlibatan sipil ini juga didukung oleh legislator. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, melihat gerakan ini sebagai sebuah lompatan demokrasi. "Artinya Adik-adik ini menjadi bagian yang langsung akan berhubungan atau beraktivitas tentang Pemilu. Artinya, di dalam demokrasi itu Adik-adik punya peran langsung," imbuhnya mengapresiasi para peserta muda.
Pendidikan pengawas partisipatif ini diisi dengan pemberian materi-materi kepemiluan yang esensial, mulai dari pencegahan, teknik pengawasan, hingga pelaporan tindak pelanggaran. Para pemilih pemula diajarkan untuk peka terhadap dinamika pemilu di sekitarnya dan berani bertindak sesuai dengan mekanisme yang benar.
Melalui pembekalan yang sistematis dan berkelanjutan, keterlibatan masyarakat sipil yang tadinya pasif diharapkan berubah menjadi proaktif. Keberadaan para pengawas dari jalur masyarakat ini akan sangat membantu Bawaslu Kabupaten Semarang dalam menciptakan ekosistem Pemilu 2029 yang adil, jujur, dan beradab
Penulis : Ravi Cahya