Lompat ke isi utama

Berita

Menyoroti Pentingnya Peran Gen Z Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu

Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Fithriyah (kanan) saat melakukan diskusi dengan Karang Taruna Desa di Resto Kalibatur, Kamis 19 Februari 2026

Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang, Fithriyah (kanan) saat melakukan diskusi dengan Karang Taruna Desa di Resto Kalibatur, Kamis 19 Februari 2026

Ungaran - Generasi muda atau yang sering kita kenal dengan istilah Gen Z merupakan salah satu pilar penting dalam proses berdemokrasi di Indonesia. Hal tersebut didasari oleh jumlah pemilih yang berasal dari Gen Z yang menjadi pemilih mayoritas dalam perhelatan kontestasi lima tahunan tersebut. Maka tak ayal, pemilih Gen Z menjadi salah satu potensi suara terbesar bagi para peserta pemilu dalam menentukan hasil akhir dalam penghitungan suara. Gen Z ini nyatanya harus terus dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan tidak hanya dalam aspek teknis penyelenggaraan pemilu, namun juga dari aspek pengawasan pemilu.

Hal inilah yang coba dikupas oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang yang juga Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat, Fithriyah. Momen tersebut tercipta saat pertemuan dengan Karang Taruna Desa yang berlangsung di Resto Kalibatur pada Kamis 19 Februari 2026. Pada kesempatan itu, Fithriyah menyampaikan bahwa gen z memiliki peran krusial dan strategis dalam hal pengawasan partisipatif pemilu khususnya di Kabupaten Semarang. "Gen Z yang lahir di era 90 an sampe tahun 2012 an tentunya memiliki peran yang sangat penting dalam membangun dan menciptakan iklim demokrasi yang kondusif khususnya di Kabupaten Semarang. Terlebih pada rentang tahun tersebut, beberapa generasi Z ini sudah memiliki peran sebagai pemilih karena usianya yang sudah genap dan lebih dari 17 tahun" buka Fithriyah.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa para pemilih khususnya gen Z bisa berkontribusi dalam pengawasan partisipatif pemilu. "Ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan oleh para pemuda gen z dalam berkontribusi menjaga demokrasi yang sedang dibangun selama pemilu dan pemilihan ini. Mulai dari ikut memberikan pendidikan politik dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, ikut mengawasi dan memantau jalannya tahapan pemilu dan pemilihan, serta melaporkan adanya dugaan potensi pelanggaran di lapangan kepada Bawaslu setempat" jelas Fithriyah.

Ia juga berpesan dan memberikan semangat dalam forum tersebut agar nantinya gen z yang hadir di Kabupaten Semarang kembali aktif terlibat dalam setiap pengawasan partisipatif pada pemilu dan pemilihan tahun 2029 mendatang. "Tentunya saya terus berharap agar gen Z ini mampu memberikan dampak demokrasi yang baik berupa ikut berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif pemilu. Dengan kontribusi tersebut, paling tidak demokrasi di Kabupaten Semarang dapat tumbuh dengan sehat dan berintegritas" tutup Fithriyah.

Penulis : Noor M Nasyar