Bawaslu Ajak Anggota DWP Kemenag Kab. Semarang Wujudkan Demokrasi yang Berpihak pada Perempuan
|
UNGARAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang kembali menegaskan pentingnya peran strategis perempuan dalam mengawal jalannya demokrasi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu'amah, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Jumat (23/1/2026).
Dalam paparannya yang bertajuk "Harapan Kedepan", Ummi Nu'amah menyoroti bahwa keterlibatan perempuan dalam politik dan demokrasi tidak boleh terjebak pada simbolisme semata. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari demokrasi prosedural menuju demokrasi substantif.
Demokrasi Bukan Sekadar Slogan Mengacu pada materi yang disampaikan, Ummi menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti sebatas slogan. "Demokrasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ini bicara tentang kedaulatan rakyat, supremasi hukum, transparansi, hingga perlindungan hak warga negara. Ibu-ibu yang hadir di sini memiliki peran vital sebagai teladan (role model) dalam lingkungan keluarga dan masyarakat untuk membumikan nilai-nilai tersebut," ujar Ummi di hadapan para peserta Raker.
Pemilu dan Kesejahteraan Perempuan Lebih lanjut, Ummi menggarisbawahi bahwa Pemilu tidak boleh dipandang hanya sebagai rutinitas lima tahunan untuk memilih pemimpin. Esensi utama dari Pemilu adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat, yang di dalamnya secara spesifik mencakup kesejahteraan perempuan.
"Kita harus memastikan bahwa proses politik yang berjalan berujung pada kebijakan yang pro-perempuan. Oleh karena itu, suara perempuan sangat mahal dan menentukan. Jangan sampai perempuan hanya dijadikan lumbung suara, tetapi kepentingannya terabaikan pasca pemilihan," tegasnya.
Keseriusan Pelibatan Perempuan Menutup sesi materinya, Ummi Nu'amah menyerukan adanya keseriusan dalam pelibatan perempuan di setiap tahapan proses pemilu dan demokrasi. Menurutnya, partisipasi perempuan harus melampaui angka kuota keterwakilan semata.
"Harapan kita ke depan jelas: adanya keseriusan pelibatan perempuan. Perempuan harus berani mengambil peran, baik sebagai penyelenggara, pengawas partisipatif, maupun sebagai pemilih cerdas yang kritis. Keterlibatan aktif ibu-ibu DWP hari ini adalah salah satu kunci untuk menjaga kualitas demokrasi kita agar tetap sehat dan bermartabat," pungkas Ummi.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik anggota DWP Kemenag Kabupaten Semarang, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan iklim demokrasi yang inklusif dan ramah bagi perempuan di Kabupaten Semarang.
Penulis : Ravi Cahya K.