Hilangnya Kepekaan Masyarakat Karena Praktik Politik Uang
|
Ungaran - Pemilu tidak bisa lepas dari yang namanya politik uang. Politik uang seperti "jimat" yang dapat mempengaruhi idealis dan integritas masyarakat dalam memilih calon pemimpin idealnya. Hal ini tentu berimplikasi kepada tingkat partisipasi masyarakat karena potensi anggapan pemilu hanya sekedar formalitas belaka.
Hal ini kemudian memantik anggota Bawaslu Kabupaten Semarang Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Ummi Nu'amah untuk menumbuhkan minat dan partisipasi di masyarakat di Desa Kebumen, Banyubiru, Selasa 10 Februari 2026.
Melalui forum pengajian bersama ibu-ibu desa kebumen, Ummi menyampaikan bahwa salah satu pengaruh kuat dalam politik uang adalah menurunnya tingkat partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. "Pengaruh politik uang di masyarakat sangatlah kuat. Salah satu efek yang bisa langsung dirasakan yaitu menurunnya partisipasi dan kesadaran publik mengenai pentingnya suara mereka dalam pemilu dan pemilihan" buka Ummi.
Ummi tak menampik bahwa politik uang membuat pilihan seseorang bisa menjadi berubah jelang masuk ke bilik suara. "Prinsip pemilih dibenturkan dengan materi dan iming-iming yang diberikan oleh segelintir oknum. Sehingga kemudian partisipasi masyarakat yang terjadi tidak murni partisipasi demokratis, melainkan partisipasi transaksional dan ini lama-kelamaan akan menghilangkan kepekaan masyarakat terhadap bahaya politik uang" jelas Ummi.
Pola tersebut dari tahun ke tahun terus berulang sehingga dianggap sebagai hal yang biasa di mata masyarakat. "Berulangnya pola politik uang ini membuat masyarakat menjadi semakin terbiasa dan menganggap bahwa hal ini adalah sebuah kebiasaan normal dalam pemilu dan pemilihan. Padahal hal semacam ini sangatlah berbahaya karena dapat mempengaruhi hasil serta kemajuan terhadap sebuah daerah" lanjut Ummi.
Maka, Ummi menyebut partisipasi masyarakat untuk sadar bahaya politik uang sangat diperlukan di saat sekarang ini. "Saat ini, masyarakat harus kita dorong untuk terus meningkatkan literasi mengenai bahaya politik uang di level masyarakat. Karena hanya dengan cara itulah, masyarakat dapat disadarkan mengenai betapa bahayanya politik uang dalam berdemokrasi di Indonesia. Mari kita sama-sama berpartisipasi dan meningkatkan kesadaran bersama terhadap bahaya politik uang tersebut" tutup Ummi
Penulis : Noor M Nasyar