Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Buka Obrolan Demokrasi Dengan Komunitas Sepak Bola

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto (baju merah) saat berbincang konsolidasi dengan komunitas sepak bola, Jumat 30 Januari 2026

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto (baju merah) saat berbincang konsolidasi dengan komunitas sepak bola, Jumat 30 Januari 2026

Ungaran — Dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi dan mendorong partisipasi publik dalam pengawasan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi bersama komunitas sepak bola Kabupaten Semarang pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, sebagai bagian dari strategi pengawasan partisipatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan konsolidasi ini menjadi ruang dialog antara Bawaslu Kabupaten Semarang dan komunitas olahraga untuk membahas berbagai tantangan penyelenggaraan Pemilu. Dalam forum tersebut, masyarakat komunitas sepak bola mengemukakan bahwa Pemilu masih kerap mendapat kritik dari masyarakat karena dianggap belum sepenuhnya berkualitas. Kritik tersebut mencakup aspek transparansi, integritas, serta masih ditemukannya pelanggaran yang mencederai prinsip demokrasi.

Disisi lain Agus menyampaikan bahwa rendahnya kepedulian masyarakat dalam mengawal jalannya Pemilu juga menjadi perhatian utama. "Minimnya keterlibatan publik dinilai membuka peluang terjadinya kecurangan, baik dalam bentuk pelanggaran administrasi maupun praktik-praktik yang merugikan proses demokrasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan Pemilu yang jujur dan adil" jelas Agus.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kabupaten Semarang bersama komunitas sepak bola berupaya menyamakan persepsi mengenai pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu. Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, menekankan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

"Komunitas sepak bola memiliki potensi besar sebagai agen sosialisasi karena kedekatannya dengan masyarakat lintas usia dan latar belakang. Dengan jaringan yang luas dan solidaritas yang kuat, komunitas olahraga dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam menyebarkan kesadaran pentingnya mengawal proses demokrasi" tambah Agus.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan komunitas sepak bola Kabupaten Semarang menyatakan komitmennya untuk turut berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pengawasan Pemilu kepada masyarakat. Mereka sepakat untuk mengajak para anggota dan masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap jalannya Pemilu serta berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran.

Kolaborasi antara Bawaslu dan komunitas sepak bola ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara lembaga pengawas Pemilu dan elemen masyarakat. Melalui keterlibatan aktif berbagai komunitas, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga integritas Pemilu semakin meningkat.

Bawaslu Kabupaten Semarang optimistis bahwa penguatan pengawasan partisipatif akan berkontribusi pada terwujudnya Pemilu yang lebih berkualitas, transparan, dan berkeadilan. Dengan dukungan masyarakat, demokrasi tidak hanya menjadi proses lima tahunan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan kedaulatan rakyat benar-benar terjaga.

Penulis : Noor M Nasyar

Dokumentasi : Humas Bawaslu Kabupaten Semarang