Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Semarang Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Seluruh Peserta Tandatangani Deklarasi Pemilu Berintegritas

Bawaslu Kabupaten Semarang Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Seluruh Peserta Tandatangani Deklarasi Pemilu Berintegritas
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Selasa (1/11/2022) di Griya Yodesiya Bergas Kabupaten Semarang.

Ungaran - Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan tema “Mewujudkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024”, Selasa (1/11/2022) di Griya Yodesiya Bergas Kabupaten Semarang.

Sebanyak 63 (enam puluh tiga) peserta hadir dari lintas elemen masyarakat, antara lain organisasi masyarakat, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, awak media, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, organisasi kemahasiswaan, perkumpulan masyarakat, komunitas di bidang seni dan budaya, serta elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Semarang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Muhamad Talkhis saat membuka acara menyampaikan bahwa sosialisasi yang digelar sebagai sebuah bentuk ikhtiar dari Bawaslu Kabupaten Semarang untuk mengambil semangat sumpah pemuda dalam upaya menjaga demokrasi di negara Indonesia, khususnya pada tahapan Pemilu yang tengah berlangsung.

“Sosialisasi pengawasan partisipatif digelar dengan mengambil semangat sumpah pemuda, yang bertujuan untuk menjadi alat dalam membangun dan merawat demokrasi di NKRI”. Tegas Talkhis

Bertindak selaku narasumber, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah periode 2017 – 2022, M. Fajar SAKA mengungkapkan bahwa keberlangsungan sebuah negara dengan kultur masyarakat yang heterogen membutuhkan peran serta aktif dari para pemuda.

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh Pemuda, dan negara kita yang heterogen ini tetap berdiri sampai saat ini karena adanya idealisme para pemuda tersebut, hal ini tentunya sejalan dengan semangat sumpah pemuda”, ujar Fajar.

Masih menurut Fajar, dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.

“Peran serta aktif pemuda sangatlah dibutuhkan dalam mengawal dan menjaga jalannya demokrasi di Indonesia, hal tersebut bisa diwujudkan melalui dua aspek, pertama: aspek kompetisi yakni para pemuda menjadi peserta pemilu, tim kampanye dan sebagainya, kedua: aspek partisipasi yakni para pemuda menggunakan hak pilih secara bijak, menjadi penyelenggara pemilu, mengawasi dan/atau memantau pemilu, serta melakukan sosialisasi dan sebagainya”. Tutup Fajar.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan peserta yang ditirukan oleh peserta lainnya, serta diteruskan dengan penandatanganan deklarasi pemilu berintegritas oleh seluruh peserta sosialisasi.