Bawaslu Kabupaten Semarang Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Komitmen Anti Politik Uang
|
UNGARAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang resmi menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan tema "Mengembangkan Pengawasan Partisipatif Tingkatkan Kualitas Pemilu" di Ungaran. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H., dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan yakni Ummi Nu'amah, S.Pd., Nurkus Budiyantomo, S.H., Muharom Al Rosyid, S.Pd., dan Fithriyah, S.Pd. Turut hadir jajaran struktural yang dipimpin Kepala Sekretariat Marjiono, S.H., para Kasubbag, serta seluruh staf Bawaslu Kabupaten Semarang untuk memperkuat soliditas internal.
Dalam sambutannya, Agus Riyanto menekankan pentingnya sinergi antara pengawas pemilu dengan elemen masyarakat dan instansi terkait seperti Badan Kesbangpol Kabupaten Semarang. Kehadiran berbagai komunitas strategis seperti GASLOER, Perisai Demokrasi Bangsa (PDB), Laskar Jaga Hak Pilih, hingga Jaringan Pengawas Demokrasi (JANGKAR) menjadi pilar utama dalam memperluas jangkauan pengawasan. Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan sesuai regulasi dengan dukungan penuh dari masyarakat sipil.
Agus Riyanto mendorong seluruh peserta yang hadir untuk tidak sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi menjadi aktor aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi. Menurutnya, kualitas pemilu sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat berani terlibat dalam pengawasan partisipatif. Ia berharap komunitas-komunitas pengawas yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mendeteksi dini potensi pelanggaran di tingkat akar rumput sehingga tercipta iklim kompetisi yang sehat.
Terkait tantangan integritas, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang secara tegas menyerukan gerakan tolak politik uang. Beliau mengingatkan bahwa praktik transaksional adalah racun yang merusak kualitas kepemimpinan masa depan. Bawaslu berkomitmen untuk melakukan tindakan preventif melalui edukasi berkelanjutan dan tindakan tegas jika ditemukan bukti pelanggaran. Hal ini menjadi pesan utama bagi para kader pengawas partisipatif agar berani menolak dan melaporkan segala bentuk pemberian yang bertujuan memengaruhi hak pilih.
Sebagai penutup, Agus Riyanto memberikan pernyataan yang menjadi garis besar semangat kegiatan ini: "Kualitas pemilu tidak hanya diukur dari lancarnya pemungutan suara, tetapi dari bersihnya proses dari praktik politik uang dan tingginya partisipasi pengawasan rakyat. Kami mengajak seluruh komunitas, mulai dari GASLOER hingga JANGKAR, untuk menjadi benteng demokrasi. Mari kita buktikan bahwa di Kabupaten Semarang, integritas adalah harga mati dan pengawasan partisipatif adalah kunci menuju pemilu yang bermartabat.
Penulis : Ravi Cahya Kurniawan