Lawan Politik Uang, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang Serukan Perlawanan dari Akar Rumput
|
UNGARAN – Isu politik uang menjadi sorotan utama dalam agenda Konsolidasi Demokrasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Semarang. Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H., dengan tegas menginstruksikan seluruh jajaran staf dan komunitas mitra untuk bersama-sama mengampanyekan gerakan tolak politik uang di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat struktural seperti Kasubbag Administrasi Sri Widodo, Kasubbag Parmas Widya Astuti, serta Kasubbag PP dan Hukum Virendra Eka Novianto ini, menjadi panggung komitmen bersama. Agus Riyanto menilai bahwa politik uang adalah ancaman paling nyata yang dapat merusak mentalitas pemilih dan kualitas kepemimpinan.
Agus mengapresiasi gerakan seperti Komunitas Gerakan Awasi Pemilu Oleh Rakyat (GASLOER) yang konsisten menyuarakan keadilan pemilu. Ia meminta agar narasi "Tolak Politik Uang" tidak hanya menjadi slogan, tetapi dipraktikkan secara nyata melalui edukasi kepada tetangga dan kerabat di lingkungan masing-masing.
Bagi Bawaslu, pencegahan adalah langkah terbaik sebelum melakukan penindakan. Dengan memperkuat barisan pengawas partisipatif, Agus optimis praktik-praktik transaksional dapat ditekan seminimal mungkin. Ia mengingatkan bahwa politik uang hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak amanah karena merasa telah "membeli" suara rakyat.
Menutup arahannya, Agus Riyanto menyampaikan pesan yang kuat:"Jangan biarkan martabat demokrasi kita dibeli dengan rupiah. Politik uang adalah racun yang menghancurkan masa depan daerah. Saya minta seluruh jajaran Bawaslu dan rekan-rekan komunitas untuk bersikap zero tolerance terhadap politik uang. Katakan dengan lantang: Kami menolak politik uang demi pemilu yang bersih dan bermartabat!"
Penulis : Ravi Cahya Kurniawan