Lompat ke isi utama

Berita

Panwaslu Kecamatan Ingatkan Pentingnya Perempuan dan Pemuda Untuk Pemilu 2024

Panwaslu Kecamatan Ingatkan Pentingnya Perempuan dan Pemuda Untuk Pemilu 2024
Aktivis PKK dan Karang Taruna se-Kecamatan Ungaran Barat berfoto bersama setelah kegiatan, Ungaran 21/12/2022

UNGARAN BARAT – Panwaslu Kecamatan Ungaran Barat, Hapsoro Kartiko Aji melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif di Aula Kecamatan Ungaran Barat pada Rabu, 21 Desember 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan yang diinisiasi oleh Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh aktivis PKK dan Karang Taruna se-Kecamatan Ungaran Barat, menjadi momentum yang sangat pas bagi Panwascam Ungaran Barat untuk melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif.

Perempuan dan anak muda menjadi dua hal yang sangat berharga bagi demokrasi Indonesia, terlebih dalam lini pengawasan partisipatif. Perempuan, khususnya di Kabupaten Semarang, pada Pilkada 2020 lalu, memiliki DPT 390.279 orang berbeda dengan laki-laki, yang jumah DPT-nya hanya 380.314. Hal ini tentu saja, secara kuantitas perempuan Kabupaten Semarang memiliki kesempatan lebih besar untuk turut berkontribusi menjadi pengawas partisipatif.

Pun hal nya dengan para pemuda, terlebih saat ini secara nasional, Indonesia tengah mengalami bonus demografi. Dimana jumlah pemuda dengan usia produktif mendominasi jumlah penduduk yang ada. Dengan banyaknya pemuda yang produktif, kreatif, dan inovatif tentu menjadi angin segar bagi kemajuan demokrasi Indonesia.

Dalam forum itulah, Hapsoro Kartiko Aji menyampaikan pentingnya peran perempuan dan pemuda dalam upaya mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Pengawasan partisipatif yang sejatinya merupakan bentuk keterlibatan masyarakat umum secara sukarela dalam mengawasi jalannya tahapan Pemilu, mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu, hingga upaya melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi kepada Bawaslu.

Hapsoro juga mengingatkan, tanpa adanya partisipasi dari masyarakat dalam pengawasan Pemilu, dampak-dampak buruk yang mencederai pesta demokrasi, seperti politik uang, konflik antar pendukung calon, manipulasi suara, Pemilu yang tidak sesuai aturan, hingga hilangnya hak pilih dan potensi terjadinya pemungutan suara ulang menjadi tidak terelakkan.

Di akhir sesi sosialisai, Hapsoro mengajak seluruh hadirin yang ada untuk melantangkan tagline Bawaslu, yakni “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.

(Sulma Samkhaty Maghfiroh)