Peluncuran Buku "Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang 2004-2023"
|
Ungaran-Bawaslu Kabupaten Semarang menyelenggarakan kegiatan Rapat koordinasi media dan Stakeholder sekaligus launching buku “Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang Tahun 2004-2023 bertempat di aula Bawaslu kabupaten Semarang dan disiarkan secara live melaui channel Youtube Bawaslu Kabupaten Semarang, Senin, 08/08/2022.
Hadir sebagai narasumber Nuswantoro Dwiwarno Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang Tahun 2004/2005, Aditya Bayu Ketua FKWKS Kabupaten Semarang, serta Agus Riyanto Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang..
M. Talkhis Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang dalam sambutannya mengungkapkan penyusunan buku jejak pengawas ini merupakan pekerjaan yang luarbisa, yang di inisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan harapannya di setiap Bawaslu kab/kota ada buku sejarah pengawas yang mampu mengungkap adanya peristiwa-peristiwa menarik saat itu.
“penyusunan buku ini merupakan pekerjaan yang luarbisa, harapannya di setiap kab/kota ada jejak pengawas yang mampu mengungkap adanya peristiwa-peristiwa menarik”ungkap Talkhis.
Selanjutnya Rofiudin anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menyampaikan Pemilu di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, demikian juga dengan sejarah pengawasnya, untuk itu Bawaslu Provinsi bersama Bawaslu Kab/Kota tidak menginginkan sejarah itu ikut terkubur begitu juga, buku ini menjadi catatan yang sangat penting karena berhasil mengungkap sejarah pengawas Pemilu sebelum-sebelumnya.
Agus Riyanto anggota Bawaslu Kabupaten Semarang yang juga merupakan editor buku Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang Tahun 2004-2023 menyampaikan tantangan dan kendala dalam penyusunan buku, salah satunya diantaranya adalah tidak adanya arsip yang tersimpan, terutama pada pengawas ad hoc yang memang dahulu dibentuk kemudian setelah selesai dibubarkan sehingga kesulitan dalam mendapatkan data yang valid.
Hal yang menarik disampaikan Nuswantoro Dwiwarno yang merupakan ketua panwas pertama, saat itu masih banyak diskusi mengenai apakah Pilkada itu rezim Pemilu? Kemudian mengenai Panwas saat itu apakah termasuk bagian dari penyelenggara. Menurutnya saat itu Panwas dibentuk dan bertanggungjawab kepada DPRD, Dinamika saat Pilkada, adanya dualisme kepengurusan Partai Politik, kemudian saat tahapan persyaratan bacalon adanya dugaan ijazah palsu saat itu, Kami sangat dibantu oleh media saat itu, keterbatasan kami dalam menginformasikan kepada masyarakat dapat dibantu oleh media,
Buku ini menurut Nuswantoro, sangat menarik untuk dibaca, apalagi dengan minimnya literasi sejarah pengawas Pemilu. Aditya Bagus Ketua FKWKS mengungkapkan dengan adanya buku ini mampu menjawab bahwa Keberadaan Bawaslu dalam Pemilu sangat penting. Buku ini menjadi bahan pembelajaran politik bagi masyarakat, Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto sejarah sehingga pembaca bisa merasakan atmosfer saat itu. (mbp)
Untuk mendapatkan e-book buku ini dapat mendownload pada link berikut: http://ppid.semarangkab.bawaslu.go.id/literasi-kepemiluan/
Sumber berita lain : Rasika USA
