Pemuda Harus Berani “Speak Up” Kawal Pemilu Melalui Platform Medsos
|
Dr. KH. Muhamad Hanif M.Hum (kiri), Andika Wisnu, M.Pd (tengah) dan moderator Ummi Nu'amah, S,Pd (kanan) dalam webinar Pengawasan Partisipatif “Transformasi Peran Pemuda Menjadi Gerakan sosial Dalam Pengawasan Pemilu 2024”, di aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Kamis 6 Oktober 2022
UNGARAN – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Semarang Dr. KH. Muhamad Hanif, M.Hum meminta kalangan pemuda lebih melek politik dan berani “speak up” terhadap ketidakadilan dalam proses kepemiluan. Hanif mengatakan itu dalam webinar Pengawasan Partisipatif dengan tema “Transformasi Peran Pemuda Menjadi Gerakan sosial Dalam Pengawasan Pemilu 2024”, di aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Kamis (6/10/2022) siang.
Menurut Gus Hanif, panggilan akrab Muhamad Hanif, perkembangan teknologi informasi saat ini telah menghantarkan masyarakat memasuki era disrupsi informasi. Yakni era dimana informasi hadir dan diproduksi sedemikian cepat melalui aplikasi berbasis internet. Peluang ini seharusnya ditangkap oleh pemuda agar lebih berani bersuara melalui platform media sosial terhadap kecurangan pemilu yang terjadi di tengah masyarakat.
“Gerakan pemuda saat ini bisa dilakukan melalui platform media sosial dan yang terpenting kita harus bisa speak up. Sampaikan jika ada kecurangan pemilu, buat tagar-tagar karena gerakan ini adalah gerakan yang luar biasa. Katakanlah yang sebenarnya meskipun itu pahit,” kata Hanif.
Mengenai transformasi peran pemuda menjadi gerakan sosial dalam Pengawasan Pemilu 2024, menurut Hanif, gerakan sosial kalangan pemuda di Jawa Tengah khususnya sudah muncul pada medio tahun 70 an. Gerakan sosial ini bisa muncul dari forum “rasan-rasan” atau ngopi-ngopi, kemudian berlanjut menjadi sebuah ide dan berlanjut kepada sebuah pembentukan institusi.
ia berpesan, pemuda harus ikut berpartisipasi agar pemilu 2024 bersih dan menghasilkan pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat.
“Marilah kita melek politik dan berpolitik dengan cerdas dan cermat. Mari kita sukseskan pemilu agar menjadi Negara berdaulat dan sejahtera,” pungkas Hanif.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Semarang, Andika Wisnu, M.Pd dalam forum yang sama menyampaikan, pemuda harus berperan sebagai kekuatan moral dalam sebuah gerakan sosial, termasuk dalam perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Partisipasi aktif pemuda dan upaya membangun kesadaran bersama menjadi syarat mutlak sukses dan berlanjutnya gerakan sosial bangsa Indonesia ke arah lebih baik.
“Kesadaran moral adalah modal kita. Di lingkup kecil harus pandai berpolitik, di lingkup luas saya harap kabupaten Semarang menjadi lebih baik dan negeri kita tercinta menjadi negara berdaulat dan milik masyarakat yang sebenar-benarnya,” kata Andika.
Jika disandingkan dengan pemilu partisipatif, lanjutnya, peran kunci bagi pemuda adalah kesadaran moral. Pemuda harus bisa berpartisipasi aktif untuk mewujudkan pemilu yang luber dan jurdil, sehingga jika mendapati pelanggaran pemilu, sudah sewajarnya untuk dilaporkan.
“Jika ada kemungkaran ya harus diperbaiki, jika kita tidak mengawasi dengan benar yang rugi adalah kita sendiri,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Mohammad Talkhis dalam sambutannya menyampaikan data statistik per Desember 2021 bahwa penduduk Kabupaten Semarang rentang usia 15 hingga 44 tahun berjumlah 480.684 orang. Terdiri dari laki-laki 235.214 orang dan perempuan 245.270 orang. Artinya separuh lebih pemilih di Kabupaten Semarang merupakan kelompok usia remaja atau pemilih pemula. Sehingga pihaknya menginisiasi kegiatan tersebut, dengan membghadirkan dua narasumber yang relevan.
“Terimakasih Gus Hanif dan Mas Andika bersedia hadir. Kami berharap dalam forum ini kita mendapatkan gagasan dan ide ataupun usulan bagaimana kemudian cara pengembangan pengawasan partisipatif di kalangan pemuda ini bisa dimaksimalkan,” kata Talkhis.
Sebagai informasi, dalam kegiatan webinar ini bertindak sebagai moderator adalah Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu’amah. Acara ini berlangsung mulai pukul 13.30 WIB dan selesai pada pukul 15.30 WIB, dengan partisipan dari anggota ormas kepemudaan, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum melalui aplikasi daring.