Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Kartini, Bawaslu Kabupaten Semarang Bakar Semangat Mahasiswa UNW

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H.  Bersama Ketua Bawaslu Kabiupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H. Beserta Jajaran Berfoto Bersama dengan Dekan FEHH UNW, Budiarti, S.Pd., M.Pd. dan Seluruh Mahasiswa UNW   Peserta Seminar dan Simulasi Moot Court : Pengawasan Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, di Aula HM. Iskak Soepardi, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Selasa, (21/04/2026)

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H.  Bersama Ketua Bawaslu Kabiupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H. Beserta Jajaran Berfoto Bersama dengan Dekan FEHH UNW, Budiarti, S.Pd., M.Pd. dan Seluruh Mahasiswa UNW   Peserta Seminar dan Simulasi Moot Court : Pengawasan Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, di Aula HM. Iskak Soepardi, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Selasa, (21/04/2026)

Ungaran - Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu’amah, S.Pd., hadir sebagai narasumber dalam seminar di Aula HM Iskak Soepardi Universitas Ngudi Waluyo. Membuka pemaparannya di hadapan mahasiswa Gen Z, Ummi mengungkapkan rasa bangganya sebagai perempuan dan mengajak mahasiswi untuk berani bermimpi serta berkarya demi masa depan bangsa. Ia meyakini bahwa dari institusi seperti UNW, yang mahsiswanya datang dari berbagai pelosok Indonesia, akan lahir pemimpin-pemimpin nasional masa depan.

Dalam suasana yang akrab, Ummi mengapresiasi antusiasme para mahasiswa hukum dan ekonomi yang hadir mengikuti Seminar Pengawasan dan Simulasi Moot Court Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu. Ia menekankan bahwa peran aktif generasi muda sangat krusial dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya untuk berbagi ilmu, tetapi juga untuk memberikan motivasi agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku perubahan yang memiliki integritas tinggi dalam dunia hukum.

Kordiv HPS
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Semarang, Ummi Nu'amah, S.Pd., Saat menjadi Narasumber pada Kegiatan  Seminar dan Simulasi Moot Court : Pengawasan Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, di Aula HM. Iskak Soepardi, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Selasa, (21/04/2026)

Pada sesi tersebut, Ummi juga menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai sengketa pemilu bagi mahasiswa, terutama mereka yang bercita-cita menjadi advokat di masa depan. Ia menjelaskan bahwa sengketa proses pemilu merupakan kewenangan Bawaslu, sementara sengketa hasil adalah ranah Mahkamah Konstitusi. Pemahaman ini dinilai penting agar mahasiswa memiliki landasan yang kuat dalam menganalisis berbagai persoalan hukum kepemiluan yang kompleks.

Lebih lanjut, Ummi menekankan bahwa penyelesaian sengketa di Bawaslu mengedepankan substansi keadilan dibandingkan sekadar urusan prosedural administratif. Ia memberikan contoh kasus nyata di Kabupaten Semarang terkait penutupan alat peraga kampanye (APK) oleh paslon lain yang berhasil diselesaikan melalui mediasi. Menurutnya, tujuan utama Bawaslu adalah memastikan persengketaan selesai dengan adil sehingga tahapan pemilu dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Menutup sesi awal, Ummi mengajak seluruh peserta untuk belajar bersama mengenai mekanisme penyelesaian sengketa, mulai dari tahap mediasi hingga ajudikasi. Ia berharap melalui simulasi moot court atau peradilan semu ini, mahasiswa dapat merasakan langsung pengalaman dalam menyusun draf putusan yang presisi. "Mari kita belajar penyelesaian sengketa untuk mewujudkan keadilan pemilu yang substantif," pungkasnya di hadapan ratusan mahasiswa UNW.

Penulis : Ravi Cahya Kurniawa