Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Integritas Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Semarang dan UNW Gelar Seminar serta Simulasi Moot Court

UNGARAN – Suasana Gedung HM Iskak Soepardi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa pagi, 21 April 2026. Puluhan mahasiswa berpakaian rapi berkumpul dengan antusias untuk mengikuti agenda besar yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora (FEHH) UNW. Hari itu menjadi pembuka rangkaian kegiatan dua hari bertajuk "Seminar dan Simulasi Moot Court: Pengawasan Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu."  Acara dibuka secara res

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H. Saat menyampaikan Sambutan dalam Kegiatan Seminar dan Simulasi Mood Court yang diselenggarakan di Gedung HM Iskak Soepardo Universitas Ngudi Waluyo, Selasa, (21/04/2026)

UNGARAN – Suasana Gedung HM Iskak Soepardi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa pagi, 21 April 2026. Puluhan mahasiswa berpakaian rapi berkumpul dengan antusias untuk mengikuti agenda besar yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora (FEHH) UNW. Hari itu menjadi pembuka rangkaian kegiatan dua hari bertajuk "Seminar dan Simulasi Moot Court: Pengawasan Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu."

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEHH UNW, Budiarti, S.Pd., M.Pd. Dalam pidato pembukanya, Budiarti tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas kolaborasi yang mempertemukan dunia praktisi pengawas pemilu dengan dunia akademik. Menurutnya, menjaga marwah demokrasi melalui pengawasan pemilu bukanlah tugas tunggal Bawaslu semata.

"Kegiatan ini adalah wujud nyata tanggung jawab akademik dalam mengawal integritas demokrasi. Forum ini menjadi titik temu yang sangat penting antara Bawaslu dan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora untuk memastikan proses politik kita tetap berada di koridor hukum yang benar," ujar Budiarti di hadapan para peserta.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H. bersama Jajaran Berfoto dengan Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H., dan Dekan FEHH UNW, Budiarti, S.Pd., M.Pd. pada Kegiatan Seminar dan Simulasi Mood Court, Selasa (21/04/2026)
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, S.P., S.H. bersama Jajaran Berfoto dengan Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H., dan Dekan FEHH UNW, Budiarti, S.Pd., M.Pd. pada Kegiatan Seminar dan Simulasi Mood Court, Selasa (21/04/2026)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada sivitas akademika UNW. Ia menekankan bahwa hubungan antara Bawaslu dan UNW telah lama terjalin erat dan diharapkan akan terus berlanjut di masa depan. Baginya, keterlibatan mahasiswa dalam simulasi peradilan semu (moot court) yang akan dilaksanakan pada hari kedua adalah investasi penting bagi kualitas demokrasi di Kabupaten Semarang.

"Saya mewakili lembaga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Harapan kami, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi adik-adik mahasiswa, memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana sengketa proses pemilu diselesaikan secara adil dan transparan," tutur Ketua Bawaslu.

Menariknya, karena kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, suasana seminar diselingi dengan apresiasi khusus terhadap peran perempuan. Ketua Bawaslu sempat melontarkan pujian kepada para mahasiswi yang tampak mendominasi ruangan dengan penuh semangat.

"Saya lihat adik-adik sangat semangat, terutama para perempuan yang luar biasa banyak hadir hari ini. Mungkin ini berkah Hari Kartini. Untuk para Kartini-Kartini di era kekinian yang ada di UNW, teruslah berkiprah demi kemajuan peradaban di Republik ini, khususnya di Kabupaten Semarang," tambahnya yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H., ini tidak hanya berhenti pada teori. Setelah dibekali materi seminar di hari pertama, para mahasiswa dijadwalkan akan langsung mempraktikkan simulasi sidang sengketa pada hari berikutnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman taktis bagi calon penegak hukum masa depan dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks.

Melalui kegiatan ini, Universitas Ngudi Waluyo dan Bawaslu Kabupaten Semarang sepakat bahwa penguatan literasi hukum pemilu bagi generasi muda adalah kunci utama demi terciptanya pemilu yang bersih, adil dan berintegritas.

Penulis : Ravi Cahya Kurniawan