Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kapasitas Mahasiswa dalam Sengketa Pemilu, Bawaslu Kabupaten Semarang Gandeng Prodi Hukum UNW

Kasubbag P3SP2H Bawaslu Kabupaten Semarang didampingi 2 Staf Teknis melakukan Koordinasi Ke Program Studi S1 Ilmu Hukum UNW dan diterima Oleh Kaprogdi S1 Ilmu Hukum Unw, Bapak Indra Yuliawan, S.H., M.H.

Kasubbag P3SP2H Bawaslu Kabupaten Semarang didampingi 2 Staf Teknis melakukan Koordinasi Ke Program Studi S1 Ilmu Hukum UNW dan diterima Oleh Kaprogdi S1 Ilmu Hukum Unw, Bapak Indra Yuliawan, S.H., M.H. 

UNGARAN – Bawaslu Kabupaten Semarang terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik guna meningkatkan literasi hukum kepemiluan di kalangan generasi muda. Kali ini, Bawaslu melakukan koordinasi intensif dengan Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Ngudi Waluyo (UNW) di Univesitas Ngudi Waluyo, Rabu (03/03/2026) guna mempersiapkan agenda Workshop dan Simulasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Kasubbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, dan Hukum (P3SP2H) Bawaslu Kabupaten Semarang, Virendra Eka Novianto, S.H., didampingi dua staf teknis, M. Budi Purwanto, S.H., dan Ravi Cahya Kurniawan, S.H. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Program Studi S1 Ilmu Hukum UNW, Indra Yuliawan, S.H., M.H., serta Dosen Hukum Tata Negara, Dwi Wisnu Kurniawan, S.H., M.H.

Berdasarkan hasil koordinasi, kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 21-22 April 2026. Hari pertama akan diisi dengan Workshop Penyelesaian Sengketa untuk memberikan fondasi teori. Sementara pada hari kedua, mahasiswa akan terjun dalam "Kelas Praktik" yang meliputi tiga skema simulasi utama: Mediasi antar peserta Pemilu, Mediasi antara peserta dengan penyelenggara, serta simulasi Sidang Adjudikasi.

Kasubbag P3SP2H Bawaslu Kabupaten Semarang, Virendra Eka Novianto, menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai jembatan antara teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami hukum pemilu secara tekstual, tetapi juga memiliki kepekaan teknis dalam memitigasi dan menyelesaikan sengketa yang muncul di lapangan. Kerja sama dengan UNW ini adalah langkah nyata untuk mencetak kader bangsa yang paham regulasi demokrasi secara komprehensif," ujar Virendra.

Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam simulasi adjudikasi akan memberikan gambaran nyata mengenai integritas proses pemilu.

"Simulasi sidang adjudikasi nanti akan didesain semirip mungkin dengan prosedur aslinya. Harapannya, mahasiswa bisa merasakan kompleksitas pengambilan keputusan hukum yang tetap harus berpegang teguh pada prinsip keadilan dan transparansi," tambahnya.

Gayung bersambut, pihak Universitas Ngudi Waluyo mengapresiasi inisiatif Bawaslu dalam membuka ruang belajar praktis bagi mahasiswa hukum. Kaprogdi S1 Ilmu Hukum UNW, Indra Yuliawan, S.H., M.H., menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kurikulum hukum tata negara dan kemahiran hukum.

"Kami menyambut baik kolaborasi ini. Bagi kami di akademisi, praktikum seperti mediasi dan adjudikasi pemilu sangat berharga untuk mengasah skill negosiasi dan analisis hukum mahasiswa. Ini adalah bekal penting bagi mereka sebelum nantinya terjun ke dunia profesional hukum yang sebenarnya," tegas Indra.

Melalui kegiatan yang akan digelar pada April mendatang, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa untuk ikut serta mengawasi jalannya demokrasi, sekaligus memperkuat kapasitas teknis dalam penegakan keadilan pemilu di wilayah Kabupaten Semarang.

Penulis : Ravi Cahya Kurniawan