Rejo Wagiman Terpilih Menjadi Koordinator Gasloer
|
Silaturahmi Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu Kabupaten Semarang di Sumurup Bawen (2/2/2022)
BAWEN – Rejo Wagiman terpilih menjadi koordinator Gerakan Awasi Pemilu Oleh Rakyat “Gas Loer” pada saat pertemuan silaturahmi kader pengawas partisipatif Bawaslu Kabupaten Semarang di Sumurup Bawen, Selasa Siang (2/02/2022).
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengatakan rencana pertemuan alumni direncakan pada akhir 2021, tapi karena suatu hal maka awal 2022 ini baru terealisasi.
“Walaupun pada pertemuan ini tidak semua alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dapat berkumpul secara langsung, bagi alumni yang tidak hadir tetap dapat berkomunikasi melalui group WA alumni SKPP”, katanya.
Bawaslu Kabupaten Semarang juga menghadirkan Koordinator JPPR Kabupaten Semarang 2020 dan Koordinator JPPR Kabupaten Semarang Tahun 2009.
“Kami hadirkan JPPR yang bertugas sebagai pemantau pemilu, sebagai bahan pembelajaran dan berbagi pengalaman untuk teman-teman alumni tentang pemantauan Pemilu maupun Pilkada di Kabupaten Semarang khususnya”, kata Talkhis.
Talkhis mengatakan Kader-kader potensial alumni SKPP, diharapkan dapat mengembangkan diri serta mengimplemntasikan ilmu yang diperoleh apalagi 2024 akan digelar Pemilu dan Pilkada.
“Silahkan momentum menjelang Pemilu maupun Pilkada 2024 ini dijadikan sebagai sarana untuk memahami demokrasi di Indonesia serta meningkatkan kapasitas diri”, tutupnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto juga berharap Komunikasi yang sudah terjalin sejak tahun 2020 tetap terjalin. Momentum pertemuan ini merupakan kesempatan yang baik untuk menjalin komunikasi yang kontinue.
Agus juga mengatakan, setelah ilmu yang didapatkan pada saat SKPP, maka sekarang adalah kiprah dan implementasinya di masyarakat.
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Semarang , Syahrul Munir berharap dengan diadakannya pertemuan ini, maka perlu adanya koordinator Gasloer. Gasloer sudah dibentuk pada tahun 2020 namun belum ada koordinatornya. Oleh sebab itu, momentum menjelang 2024 perlu adanya koordinator dan program-program untuk mengajak masyarakat sebagai pengawas partisif.
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Semarang , Ummi Nu’amah mengatakan kami yakin para alumni mencintai Bawaslu. Seperti halnya alumni yang mencintai almamaternya, walaupun tidak ada ikatan langsung, akan tetapi pesan-pesan tentang pengawasan partisipatif tetap dipegang oleh kalian semua.
“Anak muda itu , harus ikut berperan sebagai pengawas partisipatif dalam Pemilu dan Pilkada, agar demokrasi di Indonesia lebih baik lagi”, tutupnya. (ezl)