Saka Adhyasta Pemilu, Budi : Diciptakan Untuk Mensukseskan Pemilu yang Baik
|
Ungaran – Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 akan melibatkan salah satu organisasi yang melibatkan peran pemuda sebagai tunas bangsa masa depan. Organisasi tersebut yaitu Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah salah satu garda penting karena peran krusial yang dimiliki sampai di tataran bawah. Bawaslu sendiri saat ini memiliki Satuan Karya yang bernama Saka Adhyasta Pemilu. Melalui Saka Adhaysta Pemilu, diharapkan peran-peran tersebut dapat diperluas kepada para pemuda dan kader pengawas partisipatif dari unsur pramuka untuk ikut mewujudkan dan mensukseskan pemilu yang baik.
Hal tersebut juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, S. Budi Prayitno. Dalam momentum Kursus Orientasi Singkat (KOS) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melalui daring pada Kamis 24 April 2026 ini, Budi menyampaikan bahwa Saka Adhyasta Pemilu adalah wadah penting untuk pengawasan partisipatif kepemiluan khususnya di Jawa Tengah. “Saka Adhyasta Pemilu adalah wadah pendidikan dan pengawasan partisipatif kepemiluan bagi Pramuka Penegak dan Pandega dengan usia 16-25 tahun” buka Budi.
Lanjutnya, Budi menyampaikan bahwa tugas Saka Adhyasta Pemilu sehingga dibutuhkan beberapa kriteria agar mampu menjadi kader pengawas partisipatif kepemiluan yang baik. “Tugas Satuan Karya Adhyasta Pemilu yaitu mensukseskan Pemilu yang baik untuk masa depan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga untuk menjadi suksesor dalam penyelenggaraan Pemilu, maka dibutuhkan beberapa kriteria seperti pengetahuan, keterampilan, kesadaran hukum, serta kemampuan pencegahan dan pengawasan pemilu” lanjut Budi.
Budi juga memberikan gambaran mengenai berbagai jenis krida dalam Saka Adhaysta Pemilu. “Dalam Saka Adhyasta Pemilu ada 3 (tiga) krida yang bisa kita ketahui bersama yaitu Krida Pencegahan Pemilu, Krida Pengawasan Pemilu dan Krida Penindakan Pelanggaran Pemilu. Semua ini saling terkoneksi dan memiliki peran penting dalam setiap bagian tugas dan kewajibannya” jelas Budi.
Dalam penutupnya Budi juga mengingatkan mengenai tantangan pendidikan kepramukaan yang bisa saja terjadi kedepannya. “Tantangan nyatanya adalah bagaimana kita bisa mengharmonisasi antara Gen Y, Gen Z, Gen X dan Baby Boomer sehingga disinilah peran dari Mabisaka sangatlah penting untuk dapat mempercepat perubahan dan cara pandang terhadap sebuah permasalahan” ucap Budi
Melalui pengenalan tentang Gerakan Pramuka ini, diharapkan dapat menjadi sebuah wadah informasi yang baik jelang bergulirnya Pendidikan Pengawas Partisipatif yang akan diselenggarakan oleh 35 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah pada Tahun 2026 ini.
Penulis : Noor M Nasyar
Dokumentasi : M. Munir