Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Pencegahan Melalui Bentuk Partisipatif Bersama Baznas Kabupaten Semarang

Kegiatan Konsolidasi Demokrasi Dengan Baznas Kabupaten Semarang, Rabu 4 Februari 2026

Kegiatan Konsolidasi Demokrasi Dengan Baznas Kabupaten Semarang, Rabu 4 Februari 2026

Ungaran - Dalam rangka upaya strategis dalam memperkuat peran masyarakat dan lembaga dalam menjaga integritas proses demokrasi, khususnya dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada, Bawaslu Kabupaten Semarang terus menggenjot kegiatan yang bersifat kontributif kepada seluruh lapisan lembaga dan masyarakat. Kali ini Bawaslu Kabupaten Semarang mengadakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Baznas Kabupaten Semarang. 

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Semarang, Muharom Al Rosyid, menjadi motor penggerak dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu 4 Februari 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Muharom menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi yang sehat. "Pengawasan partisipatif adalah bentuk keterlibatan aktif dan sukarela masyarakat, organisasi, maupun individu dalam membantu Bawaslu Kabupaten Semarang mengawasi seluruh tahapan baik Pemilu dan Pemilihan. Melalui keterlibatan ini, potensi kecurangan dapat dicegah sejak dini, sekaligus memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan bersih" buka Muharom.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif juga merupakan perwujudan nyata dari kedaulatan rakyat dalam menjaga kualitas hasil suara. Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat, termasuk Baznas, menjadi sangat penting untuk terus diperkuat.

Selain itu, Muharom juga mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Semarang telah melaksanakan berbagai bentuk pencegahan dalam pengawasan penyusunan daftar pemilih berkelanjutan (PDPB). "Berbagai upaya pencegahan ini dilakukan untuk memastikan data pemilih yang akurat dan valid, sehingga dapat meminimalisir potensi permasalahan pada tahapan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sampai dengan masuknya proses tahapan penyusunan daftar pemilih nantinya" ungkap Muharom.

Di akhir giat konsolidasi demokrasi ini, Muharom menekankan pentingnya penguatan dalam menghadapi potensi kerawanan pengawasan Pemilu, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah lain. "Potensi kerawanan itu pasti ada. Apalagi pada daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten/Kota lain. Hal tersebut harus kita antisipasi secara optimal agar nantinya proses tahapan serta penyusunan dalam berbagai aspek yang melibatkan masyarakat dan unsur terkait tidak menjadi kacau" tegas Muharom.  

Melalui forum konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Semarang dan mitra strategis seperti Baznas Kabupaten Semarang dapat memperkuat strategi pencegahan, meningkatkan koordinasi lintas wilayah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan.

Penulis : Noor M Nasyar

Dokumentasi : Humas Bawaslu Kabupaten Semarang